DEBUT GESITS

bb


Ada harapan di masyakarat agar Perguruan Tinggi tidak hanya bergelut dalam dunia pengajaran dan penelitian, namun juga mampu menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung secara ekonomis bagi masyarakat luas. Inovasi yang dimaksud dapat berasal dari aktifitas penelitian dan pengembangan yang dilakukan, hingga akhirnya terbentuk produk yang siap dihilirkan. Peran baru tersebut dikenal luas dengan istilah: Perguruan Tinggi sebagai agent of economic development. Saat ini, Perguruan Tinggi di Indonesia terbukti telah mampu mengemban peran tersebut lewat beberapa produk hilirisasi, dan sepeda motor listrik ini merupakan salah satu contohnya.

Pasar sepeda motor di tanah air sangatlah besar, dalam 3 tahun terakhir ini saja, yakni dari tahun 2013 sampai 2015, jumlah penjualan sepeda motor di Indonesia mencapai 7,3 juta unit per tahun. Itu berarti tiap hari ada 24.000 sepeda motor yang dibeli oleh masyarakat Indonesia. Atau dengan kata lain, ada 1.000 sepeda motor baru yang terjual tiap jamnya. Angka yang sangat fantastis.

Inovasi teknologi berupa sepeda motor listrik yang dinamai GESITS ini merupakan contoh produk hilirisasi dari aktifitas riset dan pengembangan yang selama ini dilakukan di Pusat Unggulan Iptek Sistem & Kontrol Otomotif (PUI-SKO) ITS. Nama GESITS yang dipilih untuk sepeda motor listrik ini adalah singkatan dari Garansindo Electric Scooter Institut Teknologi Sepuluh Nopember. GESITS merupakan hasil kerjasama industri-universitas, yakni antara Garansindo Inter Global dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang dimulai sejak 10 Juni 2015. Dimana dalam kerjasama tersebut, ITS dan Garansindo bertekad untuk dapat memproduksi sepeda motor listrik nasional, yang mana hari ini prototypenya telah hadir di depan kita semua.

Sepeda motor listrik GESITS ini memiliki spesifikasi power unit berupa motor listrik 5 kW dengan kecepatan kendaraan hingga 100 km/jam, ini setara dengan sepeda motor bensin 110 cc. Selain itu, GESITS juga memiliki sejumlah keunggulan, yakni berupa display yang berbasis smartphone dan isi ulang baterai yang praktis. Dimana untuk display speedometer dan kapasitas baterai nantinya akan terhubung ke smartphone melalui koneksi bluetooth. Sementara untuk isi ulang baterai menggunakan sistem penukaran secara plug and play, sehingga dapat dilakukan dengan praktis seperti mengisi ulang air minum galon ataupun gas LPG.
Selain GESITS, semenjak tahun 2012 tim peneliti dan mahasiswa di PUI-SKO ITS telah mampu membuat beberapa prototype kendaraan listrik lainnya, baik untuk perkotaan, pedesaan, ataupun untuk transportasi massal. Prototipe kendaraan masa depan yang hemat energi ataupun bertenaga matahari juga berhasil dibuat, bahkan telah meraih prestasi di tingkat Asia maupun Dunia. Pengembangan dan penguasaan teknologi juga dilakukan pada beberapa bagian penting dari sistem kendaraan listrik, mulai dari unit penggerak, controller, display, sampai dengan charging station, yang kesemuanya itu telah didaftarkan pula hak patennya.

Di banyak negara maju, saat ini kendaraan listrik telah berubah menjadi sebuah trend teknologi baru. Dimana popularitas kendaraan listrik terus meningkat dikarenakan lebih hemat energi serta ramah lingkungan dibanding kendaraan berbahan bakar minyak. Oleh karena itu, hadirnya produk inovasi seperti GESITS ini merupakan sebuah terobosan teknologi yang dapat mensejajarkan posisi negara Indonesia dengan negara lain dalam hal penguasaan teknologi kendaraan listrik. Lebih dari itu, GESITS juga dapat menjadi trigger bagi laju pengembangan teknologi di Indonesia agar semakin kencang (gesit) guna mendukung kemandirian bangsa di bidang energi dan transportasi.

aa