Teaching Industry ITS: Penanda Positif Bagi Produksi Massal Sepeda Motor Listrik Indonesia

Posted on Posted in Uncategorized

Sebuah langkah untuk mewujudkan sepeda motor listrik karya anak bangsa telah diresmikan pada 15 Desember 2017 lalu di Gedung Mobil Listrik Nasional milik PUI-SKO ITS. Teaching Industry ITS adalah nama langkah memorial tersebut. Ya, benar sekali, memorial. Karena bisa jadi acara peresmian kemarin merupakan satu dari beberapa langkah inti bagi rakyat Indonesia untuk dapat berpartisipasi dalam menjaga bumi kita yang umurnya semakin tua ini. Sudah bukan berita baru lagi bahwa kendaraan bertenaga listrik merupakan solusi untuk pengurangan emisi yang timbul akibat bahan bakar fosil di kendaraan konvensional. Masalahnya adalah sampai detik ini belum ada produk motor maupun mobil bertenaga listrik milik Indonesia yang siap diluncurkan secara massal untuk merealisasikan visi tersebut. Begitu pula dengan peraturan dan dukungan yang masih kurang dari berbagai pihak di dalam negeri ini.

Oleh karena itu, peresmian Teaching Industry ITS kemarin merupakan bentuk nyata perjuangan untuk merealisasikan hal-hal tersebut diatas. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai macam kalangan seperti Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), rektor ITS, wakil dari berbagai instansi terkait peresmian teaching industry ini, dan media-media nasional. Mereka disambut dengan baik oleh tim dari PUI-SKO ITS. Lalu, acara peresmian pun dimulai dengan pidato yang diberikan oleh Muhammad Nasir sebagai Menristekdikti. Disini, beliau menjelaskan bahwa Teaching Industry Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) merupakan salah satu kegiatan riset yang didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dengan tujuan untuk membawa masalah kompetensi industri ke dalam perguruan tinggi dan membawa kemajuan riset peneliti di perguruan tinggi ke industri. “Output dari kegiatan Teaching Industry yang dilakukan oleh peneliti-peneliti PUI-SKO ITS salah satunya adalah mewujudkan assembly line untuk menunjang rencana produksi massal sepeda motor listrik,” tegas beliau saat meresmikan acara tersebut.

Sepeda motor listrik yang dimaksud diatas ialah GESITS. Seperti yang telah kita ketuahi, GESITS merupakan produk inovasi buatan ITS melalui Pusat Unggulan IPTEK-Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI-SKO) yang bekerja sama dengan Garansindo. Sebelumnya, GESITS telah diperkenalkan oleh Kemenristekdikti ke masyarakat Indonesia sejak Tahun 2015 pada event Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2015 yang diselenggarakan di Jakarta. Menurut Muhammad Nasir, assembly line untuk GESITS yang dirancang oleh engineer PUI-SKO ITS ini berkonsep modular assembly line sehingga sangat sesuai dengan konsep pendidikan di mana konfigurasinya dapat diubah sesuai kebutuhan. “Pemanfaatan nyata dari assembly line Teaching Industry ini nantinya pihak industri dapat melakukan kajian-kajian atau perencanaan dengan menggunakan assembly line di ITS sebelum diimplementasikan ke assembly line yang ada di industri,” ujarnya. Selain itu, alat ini juga dapat digunakan untuk kegiatan pelatihan dalam rangka penyiapan sumber daya manusia yang nantinya akan bekerja di industri perakitan sepeda motor listrik Indonesia.

Muhammad Nasir juga menegaskan bahwa sebuah produk inovasi tidak bisa dikatakan inovasi jika tidak diproduksi secara massal dan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Maka dari itu, beliau pun menjelaskan bahwa Kemenristekdikti sudah berkoordinasi dengan kementerian lain seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Industri agar proses perijinan dan uji coba dapat selesai dengan cepat dan baik. Ditambah lagi, akan ada penelitian lebih dalam untuk menghasilkan inovasi seperti GESITS kata beliau. Tujuan penelitian ini untuk mengedukasi ke masyarakat bahwa perguruan tinggi mulai bergairah dalam mengembangkan inovasi. “Biaya risetnya memang tinggi tapi ini akan berdampak baik untuk masyarakat Indonesia. Hasil penelitian jangan hanya berhenti di perpustakaan saja, namun harus dihilirisasikan ke masyarakat,” kata beliau.

Menjawab pertanyaan Muhammad Nasir diatas, Direktur Operasi PT. Wijaya Karya Industri dan Konstruksi Oksarlidadi Arifin mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan semester II Tahun 2018 akan memproduksi 50.000 sepeda motor listrik gesits dan di tahun berikutnya akan memproduksi 100.000 motor Gesits. “Hingga saat ini sudah ada yang memesan sejumlah 37.000 dimana 50% dari corporate, dan 50% individu yang memesan melalui Garansindo,” tegas beliau. Terkait permasalahan baterai motor listrik Gesits, Oksarlidadi menambahkan tidak perlu khawatir jika kehabisan baterai karena sudah bekerjasama dengan Pertamina dan PLN. “Nantinya akan ada tempat penukaran baterai di setiap SPBU se-Jabodetabek dan kota besar lainnya,” tambahnya. Terkait harga jual dari sepeda motor listrik ini, Chief Operating Officer Garansindo Harun Sjech mengatakan motor listrik Gesits akan dipasarkan dengan harga yang terjangkau. “Harga motor listrik gesits ini sekitar 15-17 jt,” ungkapnya.

Kesimpulan dari acara ini pun disampaikan pada akhir sesi yakni press conference. Semua pihak yang terkait menginginkan adanya support dari pemerintah dan masyarakat agar langkah yang sudah dibangun sampai detik ini untuk mewujudkan efisiensi energi tidak mubadzir. Direktur PUI-SKO ITS, Dr. Muhammad Nur Yuniarto, menekankan bahwa masyarakat kita masih sering tidak percaya dengan kemampuan produk lokal. “Kalau Ferrari buat mobil harga milyaran, orang-orang langsung beli tanpa melihat harga. Sedangkan kita bikin sepeda dengan harga sampai 20 juta, masih ada yang nawar. Ujung-ujungnya gak jadi beli.” kelakarnya. Mindset seperti inilah yang harus dirubah menurut beliau. Hal ini dikarenakan peran masyarakat sebagai pembeli produk lokal adalah yang terpenting karena pada akhirnya semua produk karya anak bangsa memang ditujukan untuk rakyatnya sendiri. Jika tidak ada support dari negara dan rakyat sendiri, siapa lagi yang akan menaikkan derajat produk lokal kita. Maka dari itu, pihak-pihak yang terkait akan tetap melakukan inovasi sembari menunggu regulasi yang jelas dan support yang kuat dari pemerintah dan rakyat Indonesia sehingga produk lokal kita pun dapat bersaing di kancah dunia.

upload 2
Press Conference Teaching Industry ITS

 

upload 3
Peresmian Teaching Industry ITS sebagai langkah produksi massal GESITS

 

Sumber referensi: https://www.ristekdikti.go.id/kapan-sepeda-motor-listrik-gesits-ada-di-jalan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *